Terbaru

Melibatkan Tuhan (1 Samuel 13:5-14; Yakobus 4:13-17)











Fokus Hidup - "Renungan ini mengajak kita untuk senantiasa melibatkan Tuhan. Jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, bagikanlah ke Sosial Media (Facebook, Twitter, Google+, Linkedin, dsb.) Anda, agar lebih banyak lagi orang yang dikuatkan melalui renungan ini."


Tindakan dalam mengambil sebuah keputusan ketika diperhadapkan oleh dilema kehidupan, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun pergaulan, tentu dapat berdampak positif atau negatif. Dibutuhkan kebijaksanaan dan solusi yang tepat agar dapat menyelesaikan persoalan dengan baik.

Raja Saul dalam menghadapi situasi genting ketika bangsa Filistin akan menyerang bangsa Israel, ia membuat keputusan yang fatal. Seharusnya, ia menunggu Samuel untuk mempersembahkan korban terlebih dahulu sebelum berperang, namun ia memberanikan diri mempersembahkan korban kepada Tuhan.

Dipikirnya, apa yang dilakukan ini tidaklah salah, tetapi meskipun ia seorang raja, ia tidak berhak untuk mempersembahkan korban. Hal yang dilakukan oleh Saul ini berdampak kepada takhtanya dan keluarganya, ia ditolak Tuhan. (Baca juga: Menggunakan Kesempatan)

Berbeda halnya dengan Salomo ketika ia diangkat menjadi raja oleh Daud, ia memulai mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai raja, dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan Daud (1 Raj 3:3), yang tentunya mengajarkan ia untuk setia dan takut akan Tuhan. Yang menarik disini, ketika Tuhan berfirman, "Mintalah apa yang hendak kuberikan kepadamu."
Melibatkan Tuhan
Salomo tidak meminta harta kekayaan dan menjadi raja yang ditakuti oleh bangsa lain, namun ia meminta hikmat dan pengertian. Di awal pemerintahannya, Salomo telah melibatkan Tuhan dan ia pun disertai oleh Tuhan, kerajaannya berjaya.

Meskipun, akhirnya di kejayaannya, Salomo juga menyembah berhala karena pengaruh istri-istrinya (1 Raj 11:1-13), namun keberhasilannya karena ia melibatkan Tuhan. 

Ada perbedaan jelas antara orang yang tidak taat dan melibatkan Tuhan seperti halnya Saul dan Salomo. Mereka adalah dua orang yang berbeda dan dalam menyikapi persoalan yang dihadapi, mereka pun mengambil keputusan yang berbeda pula.

Jika Saul memilih tidak taat, Salomo memilih untuk melibatkan Tuhan. Jika Saul ditolak, Salomo mencapai kejayaannya. Maka, hal ini memberikan pelajaran berharga bagi kita, yaitu seharusnya kita melibatkan Tuhan dalam segala hal, sehingga jauh dari kemalangan. (Baca juga: Ketaatan Menghancurkan Tembok)

Yakobus juga menasihatkan kepada jemaat Tuhan, untuk tidak melupakan Tuhan dalam perencanaan. Sebab, sehebat dan sebaik apapun perencanaan kita, yang menentukan itu bukanlah kita, melainkan Tuhan. Oleh sebab itu, Yakobus mengajarkan bahwa sebenarnya harus berkata, "Jika Tuhan menghendakinya."

Hal ini, menunjukkan bahwa apapun yang menjadi mimpi atau kerinduan kita di masa yang akan datang, jika Tuhan menghendaki maka itu akan terjadi. Maka, kita perlu melibatkan Tuhan. (Baca juga: Died for 20 Minutes)

Melibatkan Tuhan sangat diperlukan dalam perjalanan iman kita, agar kehendak-Nya yang terjadi. Jika kita melibatkan Tuhan dalam segala hal, maka bukan Tuhan yang diuntungkan, tentunya adalah kita, agar kita tetap berjalan dalam rencana-Nya dan memiliki kerendahan hati.


DOA
Bapa, aku mau melibatkan Engkau dalam segala hal, ajarku untuk selalu berjalan dalam rencana-Mu dan biarlah kehendak-Mu yang jadi. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


No comments